HEWAN LANGKA KHAS INDONESIA
10 Binatang Langka yang Hanya Ada di Indonesia
Untuk kamu yang doyan bepergian, ada banyak binatang endemik Indonesia di habitat aslinya yang bisa kamu temukan dalam petualanganmu. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat 10 binatang eksotik nan-langka pilihan Gogonesia berikut ini ya:
1. Elang Flores

Burung elang asli Flores ini merupakan raptor atau burung pemangsa yang paling terancam punah, karena populasinya tidak sampai 250 ekor. Burung yang elok nan gagah ini memiliki ukuran tubuh sedang; tingginya sekitar 55 cm untuk burung dewasa. Kepalanya berbulu putih dan terkadang mempunyai garis-garis berwarna coklat pada bagian mahkota. Tubuhnya berwarna cokelat kehitaman, dan dada burung endemik Flores ini berwarna putih dengan corak merah.
Elang flores atau Spizaetus floris hanya dapat ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paloe, Komodo, dan Rinca. Burung ini biasa menghuni hutan-hutan dataran rendah dan hutan submontana hingga ketinggian 1600 meter dpl.
2. Beruk Mentawai

Beruk Mentawai atau Macaca pagensis adalah primata endemik Kepulawan Mentawai di Sumatera. Hewan yang oleh penduduk setempat disebut bokoi ini populasinya makin sedikit, sehingga dikategorikan terancam punah. Oleh dunia Barat, monyet langka yang sering menjadi obyek penelitian ilmiah ini dikenal dengan nama Pagai Macaque.
Beruk ini memiliki banyak kesamaan fisik dengan beruk-beruk jenis lain. Perbedaannya adalah rambut pipi Beruk Mentawai yang berwarna lebih gelap. Hewan endemik Mentawai ini juga memiliki mahkota berwarna coklat dengan rambut pada dahi dan mantel lebih panjang.
Beruk Mentawai menghuni habitat hutan bakau, pesisir, hutan primer, hutan sekunder hingga hutan di dekat pemukiman. Persebarannya hanya ada di Pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, dan Sipora di Kepulauan Mentawai, Sumatera.
3. Burung Bidadari Halmahera

Burung yang dijuluki Si Genit dari Maluku Utara ini merupakan hewan endemik Maluku, dan masih masuk dalam keluarga cendrawasih. Burung yang bernama latin Semioptera wallacii ini memiliki bulu indah dengan kombinasi warna cokelat, hijau dan warna zaitun untuk burung betina. Warna bulu burung jantan bahkan lebih cantik lagi, dengan mahkota berwarna ungu pucat mengkilap dan hijau zamrud menghiasi dadanya. Tingginya sekitar 28 cm, namun Burung Bidadari betina berukuran lebih kecil dan ekornya lebih panjang. Selain bulunya yang cantik, kelebihan Burung Bidadari ada pada kemampuannya melakukan gerak tarian gemulai, yang sebetulnya dilakukan burung jantan untuk menarik betinanya. Burung Bidadari betina akan memilih satu pejantan yang paling indah tarian dan bentangan sayapnya.
Burung endemik Maluku yang makin hari semakin langka ini dapat ditemukan di Pulau Halmahera dan Pulau Bacan di Maluku Utara. Habitat aslinya berada di hutan Tanah Putih, gunung Gamkonora, dan hutan Domato di Halmahera Barat, hutan Labi-labi di area Taman Nasional Aketajawe dan hutan Lolobata di Halmahera Timur. Dunia Barat mengenalnya dengan julukan Halmahera’s Bird of Paradise.
4. Cendrawasih Botak

Burung Cendrawasih Botak atau Cicinnurus respublica merupakan hewan endemik pulau Waigeo, Raja Ampat, Papua. Burung langka nan-cantik ini memiliki bulu berwarna merah dan hitam, dengan tengkuk kuning dan mulut hijau terang. Kakinya berwarna biru, dan pada ekornya ada “hiasan” berupa dua bulu panjang melingkar. Di kepalanya, ada warna biru muda terang. Burung Cendrawasih Botak betina berwarna cokelat dengan kepala biru muda.
Hewan endemik Indonesia yang masuk kategori terancam punah ini hanya dapat kamu temukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Makanan burung Cendrawasih Botak atau Wilson’s Bird of Paradise ini terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga kecil.
5. Kura-kura Leher Ular Rote

Jenis kura-kura berleher panjang memang dapat ditemukan di beberapa negara selain Indonesia. Namun Kura-kura Leher Ular atau Chelodina mccordi yang merupakan hewan endemik Indonesia ini hanya bisa ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Binatang ini sangat langka sehingga oleh IUCN ditetapkan dalam kategori hewan terancam punah.
Seperti namanya, Kura-kura Leher Ular Rote memiliki bentuk leher panjang menyerupai ular. Kepala dengan leher panjangnya itu tidak dapat ditarik kedalam tempurung. Karena itulah, kura-kura leher ular ini hanya bisa melipat lehernya disamping tempurungnya. Jenis kura-kura dari famili Chelidae ini merupakan kura-kura air tawar. Makanannya mulai dari ikan kecil, serangga dan tumbuhan.
6. Anoa Pegunungan dan Anoa Dataran Rendah

Anoa merupakan hewan endemik Indonesia yang hanya bisa kamu temukan di Sulawesi. Fauna yang menjadi ikon propinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan satwa langka yang dilindungi. Diperkirakan hanya ada kurang dari 5000 ekor Anoa yang hidup saat ini., Anoa sering diburu untuk diambil kulit, tanduk dan dagingnya. Ada dua jenis Anoa di Sulawesi, yaitu Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi ) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, Anoa Dataran Rendah yang menjadi maskot Sulawesi Tenggara ini tidak pernah terlihat lagi.
Umumnya, Anoa memiliki warna kulit cokelat seperti kerbau, dan kepalanya memiliki sepasang tanduk yang lurus ke belakang. Beberapa tempat yang masih menjadi habitat satwa langka yang dilindungi ini diantaranya Cagar Alam Gunung Lambusango, Taman Nasional Lore-Lindu dan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.
7. Komodo

Komodo atau Varanus komodoensis merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di pulau-pulau sekitar Nusa Tenggara, termasuk di Taman Nasional Pulau Komodo. Jenis kadal terbesar di dunia ini mempunyai panjang tubuh mencapai 3 meter dan berat 70 kilogram. Komodo jantan berukuran lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah bata. Sementara komodo betina berwarna hijau buah zaitun, dan dengan secercah warna kuning pada tenggorokannya. Lidah hewan karnovira ini panjang dan bercabang.
Salah satu maskot Indonesia yang di dunia internasional dikenal sebagai Komodo Dragon ini memiliki habitat alami di pulau Komodo, Flores, Rinca, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Pulau-pulau tersebut termasuk dalam wilayah Taman Nasional Pulau Komodo.
8. Ikan Arwana Merah

Ikan Arwana Merah atau Siluk Merah (Sclerophages formosus) ini merupakan hewan endemik Indonesia yang menghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Ikan langka yang cantik ini memiliki sisik berwarna merah terang, dengan sedikit kilau emas yang membuatnya terlihat begitu anggun. Tak heran jika Arwana Merah mendapat julukan Ikan Naga atau Dragonfish.
Ikan yang sangat digemari oleh kolektor arwana ini memiliki daya biak rendah dan banyak ditangkap untuk dijual, sehingga statusnya terancam punah. Namun, dengan izin khusus, kamu bisa memelihara hewan elok ini. Syaratnya, si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang ditanam dalam tubuh, sebagai penanda ikan ini merupakan hasil tangkaran.
9. Jalak Bali

Jalak Bali atau Leucopsar rothschildi adalah burung endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian Barat. Sayangnya, burung pengicau berukuran sedang ini amat langka dan terancam punah, bahkan di habitat aslinya. Jika tidak dijaga, bukan mustahil Jalak Bali akan punah menyusul hewan endemik Bali lainnya, Harimau Bali. Di alam liar, populasinya diperkirakan hanya mencapai belasan ekor saja.
Burung Jalak Bali atau Curik Bali ini memiliki bulu putih bersih di seluruh tubuh, kecuali pada ujung ekor dan sayap yang berwarna hitam. Pipinya yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru cerah, dengan kaki kelabu. Jika kamu mengunjungi rumah-rumah seniman di Desa Batuan, kamu akan menemukan burung Jalak Bali yang kerap dijadikan obyek lukisan khas Bali di sana.
10. Kucing Merah Kalimantan

Kucing Merah (Pardofelis badia) atau dikenal juga dengan nama Borneo Bay Cat ini merupakan spesies kucing endemik Pulau Kalimantan. Kucing langka ini memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan, dengan bagian perutnya lebih pucat dari punggungnya. Ciri khas kucing Kalimantan ini adalah garis merah kecokelatan yang berwarna agak muda di bagian kening dan pipi. Telinganya berwarna hitam atau cokelat tua, sedangkan ekornya dihiasi garis putih dengan bintik hitam di ujungnya. Tubuh Kucing Merah cukup ramping dengan panjang 55 cm dan ekornya 35 cm. Beratnya berkisar antara 2,3 hingga 4,5 kilogram.
Populasi Kucing Merah hanya ditemukan di Pulau Kalimantan saja. Kucing ini mendiami hutan-hutan tropis dataran rendah yang lebat hingga ketinggian 900 meter dpl.
Nah, itu dia 10 hewan endemik Indonesia yang langka, yang bisa kamu temukan dalam perjalanan menjelajahi nusantara ini. Bukan hanya sebagai pengamat, kamu-pun bisa ikut melindungi mereka dari kepunahan dengan tidak merusak atau mengotori habitat asli mereka, atau bahkan kamu bisa mengikuti kampanye konservasi dengan misi melindungi hewan endemik Indonesia yang terancam punah.***
Home » Adat » Asal Usul » 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan
Pembahasan Lengkapnya 1/5
35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5
Administrator
1 Comment
Adat, Asal Usul
Rabu, 26 Agustus 2015
Keberagaman arsitektur hunian atau rumah berbagai suku di wilayah
kepulauan nusantara pada masa silam merupakan sebuah anugerah khusus
dari Tuhan Yang Maha Esa yang hanya dimiliki Indonesia. Anugerah ini
tidaklah dimiliki negara-negara lain di belahan dunia manapun, sehingga
patut kita sukuri, salah satunya dengan memperkenalkannya pada anak cucu
kita agar ia tetap lestari tak lekang oleh waktu.
Rumah Adat di Indonesia
Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat
kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di
Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami
akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia
tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah
warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak!
1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam
Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah
rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh
Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah
tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh
ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya
saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern.
Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah
Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.
Rumah Adat di Indonesia krong bade
2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara
Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada
di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat
menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah
adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon
Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola.
Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya
tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan.
Rumah Adat di Indonesia bolon
3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat
Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini
masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan
melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah
adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di
Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri
tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita.
Rumah Adat di Indonesia gadang
4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau
Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi
Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso
jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar
dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah.
Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar
5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi
Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi
yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan
tersebut antara lain
Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan
sebagai tempat untuk menyimpan air.
Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu
laki-laki.
Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak
laki-laki.
Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin.
Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk
anak perempuan yang belum menikah.
Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu
perempuan.
Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak
makanan dan sebagai tempat menyimpan air.
Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan.
Rumah Adat di Indonesia kajang leko
6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan
Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang
memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas.
Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan
didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu,
dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu.
Rumah Adat di Indonesia limas
7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung
Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka
Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah
adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu.
Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini.
Rumah Adat di Indonesia rakit limas
8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu
Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal
orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan
yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik
gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain
sebagainya.
Rumah Adat di Indonesia rakyat
9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung
Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat.
Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti
rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki
ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari
kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah
kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang
sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang
berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya.
Rumah Adat di Indonesia nowou sesat
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Home » Adat » Asal Usul » 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan
Pembahasan Lengkapnya 1/5
35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5
Administrator
1 Comment
Adat, Asal Usul
Rabu, 26 Agustus 2015
Keberagaman arsitektur hunian atau rumah berbagai suku di wilayah
kepulauan nusantara pada masa silam merupakan sebuah anugerah khusus
dari Tuhan Yang Maha Esa yang hanya dimiliki Indonesia. Anugerah ini
tidaklah dimiliki negara-negara lain di belahan dunia manapun, sehingga
patut kita sukuri, salah satunya dengan memperkenalkannya pada anak cucu
kita agar ia tetap lestari tak lekang oleh waktu.
Rumah Adat di Indonesia
Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat
kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di
Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami
akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia
tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah
warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak!
1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam
Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah
rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh
Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah
tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh
ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya
saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern.
Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah
Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.
Rumah Adat di Indonesia krong bade
2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara
Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada
di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat
menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah
adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon
Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola.
Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya
tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan.
Rumah Adat di Indonesia bolon
3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat
Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini
masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan
melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah
adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di
Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri
tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita.
Rumah Adat di Indonesia gadang
4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau
Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi
Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso
jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar
dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah.
Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar
5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi
Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi
yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan
tersebut antara lain
Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan
sebagai tempat untuk menyimpan air.
Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu
laki-laki.
Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak
laki-laki.
Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin.
Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk
anak perempuan yang belum menikah.
Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu
perempuan.
Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak
makanan dan sebagai tempat menyimpan air.
Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan.
Rumah Adat di Indonesia kajang leko
6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan
Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang
memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas.
Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan
didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu,
dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu.
Rumah Adat di Indonesia limas
7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung
Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka
Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah
adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu.
Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini.
Rumah Adat di Indonesia rakit limas
8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu
Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal
orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan
yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik
gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain
sebagainya.
Rumah Adat di Indonesia rakyat
9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung
Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat.
Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti
rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki
ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari
kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah
kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang
sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang
berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya.
Rumah Adat di Indonesia nowou sesat
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Home » Adat » Asal Usul » 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan
Pembahasan Lengkapnya 1/5
35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5
Administrator
1 Comment
Adat, Asal Usul
Rabu, 26 Agustus 2015
Keberagaman arsitektur hunian atau rumah berbagai suku di wilayah
kepulauan nusantara pada masa silam merupakan sebuah anugerah khusus
dari Tuhan Yang Maha Esa yang hanya dimiliki Indonesia. Anugerah ini
tidaklah dimiliki negara-negara lain di belahan dunia manapun, sehingga
patut kita sukuri, salah satunya dengan memperkenalkannya pada anak cucu
kita agar ia tetap lestari tak lekang oleh waktu.
Rumah Adat di Indonesia
Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat
kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di
Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami
akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia
tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah
warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak!
1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam
Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah
rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh
Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah
tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh
ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya
saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern.
Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah
Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.
Rumah Adat di Indonesia krong bade
2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara
Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada
di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat
menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah
adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon
Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola.
Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya
tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan.
Rumah Adat di Indonesia bolon
3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat
Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini
masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan
melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah
adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di
Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri
tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita.
Rumah Adat di Indonesia gadang
4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau
Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi
Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso
jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar
dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah.
Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar
5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi
Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi
yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan
tersebut antara lain
Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan
sebagai tempat untuk menyimpan air.
Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu
laki-laki.
Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak
laki-laki.
Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin.
Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk
anak perempuan yang belum menikah.
Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu
perempuan.
Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak
makanan dan sebagai tempat menyimpan air.
Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan.
Rumah Adat di Indonesia kajang leko
6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan
Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang
memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas.
Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan
didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu,
dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu.
Rumah Adat di Indonesia limas
7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung
Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka
Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah
adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu.
Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini.
Rumah Adat di Indonesia rakit limas
8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu
Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal
orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan
yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik
gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain
sebagainya.
Rumah Adat di Indonesia rakyat
9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung
Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat.
Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti
rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki
ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari
kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah
kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang
sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang
berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya.
Rumah Adat di Indonesia nowou sesat
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.VVVVVVVVVV
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.VVVVVVVVVV
Keragaman arsitektur
hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat kita buktikan dengan
banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di Indonesia dengan
segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami akan secara lengkap
membahas satu persatu rumah adat di Indonesia tersebut sebagai bahan
pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah warisan leluhur kita
dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak!
1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam
Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah
rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh
Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah
tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh
ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya
saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern.
Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah
Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.
Rumah Adat di Indonesia krong bade
2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara
Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada
di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat
menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah
adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon
Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola.
Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya
tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan.
Rumah Adat di Indonesia bolon
3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat
Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini
masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan
melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah
adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di
Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri
tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita.
Rumah Adat di Indonesia gadang
4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau
Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi
Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso
jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar
dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah.
Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar
5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi
Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi
yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan
tersebut antara lain
Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan
sebagai tempat untuk menyimpan air.
Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu
laki-laki.
Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak
laki-laki.
Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin.
Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk
anak perempuan yang belum menikah.
Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu
perempuan.
Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak
makanan dan sebagai tempat menyimpan air.
Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan.
Rumah Adat di Indonesia kajang leko
6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan
Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang
memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas.
Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan
didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu,
dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu.
Rumah Adat di Indonesia limas
7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung
Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka
Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah
adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu.
Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini.
Rumah Adat di Indonesia rakit limas
8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu
Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal
orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan
yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik
gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain
sebagainya.
Rumah Adat di Indonesia rakyat
9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung
Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat.
Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti
rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki
ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari
kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah
kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang
sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang
berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya.
Rumah Adat di Indonesia nowou sesat
Nah, itulah 9 rumah adat di Indonesia yang seluruhnya terletak di Pulau
Sumatera. Ikuti lebih lanjut daftar rumah adat di Indonesia selanjutnya
pada bagian ke dua melalui link ini.
Halaman ke : 1 2 3 4 5
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.

0 komentar: