PERMAINAN TRADISIONAL DI INDONESIA

07.17 WISATA DUNIA 1 Comments

Seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan jaman, kini permainan permainan yg dulu sering kita mainkan waktu kecil telah mulai terlupakan.. Bisa dilihat secara nyata bahwa kenyataannya anak kecil jaman sekarang sudah mulai bermain dengan hal hal yang berbau tekhnologi.. Seperti Internet, Game Online, PC Game bahkan Jejaring Sosial.
Karena itu saya rangkum permainan tradisional yang sudah jarang di mainkan di jaman sekarang

1. Petak Umpet



Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.


Cara Bermain:


Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat ituHONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.
Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.


2. Benteng



Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai 'benteng'.


Cara Bermain:


Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih 'benteng' lawan dengan menyentuh tiang atau pilaryang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggotalawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi 'penawan' dan yang 'tertawan' ditentukan dariwaktu terakhir saat si 'penawan' atau 'tertawan' menyentuh 'benteng' mereka masing-masing.
Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh bentengberhak menjadi 'penawan' dan bisa mengejar dan menyentuhanggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya.
Dalam permainan ini, biasanya masing - masing anggota mempunyai tugas seperti 'penyerang', 'mata - mata, 'pengganggu', dan penjaga'benteng'. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.


3. Egrang



Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun[1].
Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.



4. Boi-Boian



Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang.

Cara Bermain":


Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.


5. Kelereng



Kelereng dengan berbagai sinonim gundu, keneker, kelici, guli adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng kadang-kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.

Cara Bermain:


Bentuk permainan yang biasa dimainkan adalah main porces. Cara permainannya dengan menggambar segitiga sama kaki ditanah kemudian masing-masing pemain meletakkan sebuah kelerengnya diatas gambaran segitiga tersebut. Buah pasangan namanya, buah kelereng yang dipertaruhkan. Peserta, tergantung jumlah pemain. Biasanya paling sedikit tiga pemain dan paling banyak idealnya enam pemain. Kalau lebih dari itu dibuat dua kelompok. Permainan dimulai dengan cara masing-masing pemain menggunakan sebuah kelereng sebagai gacoannya lalu melempar buah pasangan tersebut dari jarak dua atau tiga meter .Pemain secara bergantian melempar sesuai urutan berdasarkan hasil undian dengan adu sut jari tangan Pelemparan gaco dilakukan dengan membidik dan melempar keras dengan maksud mengenai buah pasangan atau agar hasil lemparan mendarat dilapangan permainan terjauh.
Selanjutnya yang mengawali permainan adalah siapa yang berhasil mengenai buah pasangan, dialah mendapat giliran pertama.. Kalau tidak ada yang mengenai buah pasangan ,maka yang mulai bermain adalah gacoannya yang terjauh. Pemain harus berusaha menghabiskan buah pasangan diporces pada saat giliran bermain. Ada yang sekali giliran main sudah mampu menghabiskan semua buah pasangan. Tanda dia pemain yang terampil. Berbagai taktik untuk menang dilakukan ,antara lain kalau tidak mau memburu gacoan lawan , maka pilihannya adalah menembakkan gacoan ketempat yang kosong untuk disembunyikan agar tidak dapat dimatikan oleh lawan-lawan main. Pemain yang mampu menghabiskan buah pasangan terakhir dilanjutkan berburu menembak gacoan lawan . Pemain yang gacoannya kena tembak maka gacoannya mati ,selesailah permainannya pada game tersebut.



6. Gatrik



Gatrik atau Tak Kadal pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Merupakan permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok.

Cara Bermain:


Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya tidak mengena/luput/meleset dari bambu kecil tersebut. Setelah gagal maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

1 komentar:

ATLET INDONESIA YANG MENDUNIA

07.16 WISATA DUNIA 1 Comments

Atlet Indonesia Dengan Prestasi Yang Mendunia


Kalau kamu bukan termasuk orang yang suka mengamati perkembangan berita olahraga di Indonesia mungkin kamu tidak akan tahu seberapa jauh para atlit Indonesia bisa berkembang. Padahal dari berbagai macam cabang olahraga, ada beberapa nama atlit Indonesia yang berhasil meraih prestasi hingga mendunia.

Nah, kali ini xplor akan mengajakmu mengenal para atlet Indonesia yang berhasil mendunia. Dengan begini kamu bisa kembali merasakan bangganya jadi warga Indonesia. Yuk simak baik-baik berikut ini.

1. Liem Swie King
Liem Swie King [Image Source]
Liem Swie King adalah legenda bulu tangkis Indonesia. Pria yang lahir pada 28 Februari 1956 ini adalah mantan pebulu tangkis Indonesia yang berjawa sejak akhir tahun 1970an dan pertengahan tahun 1980an. Pria kelahiran Kudus ini berhasil memenangkan kejuaraan All England pada tahun 1978, 1979, dan 1981.

Ia juga memiliki predikat sebagai pemain level dunia di kelas ganda putra dan tunggal putra. Liem Swie King juga dikenal dengan keganasan jump smash-nya. Pria ini pensiun sebagai pebulu tangkis pada tahun 1988. Kehidupan dan prestasinya menginspirasi sebuah film berjudul King.

2. Susi Susanti
Wanita bernama lengkap Lucia Fransisca Susi Susanti ini juga merupakan mantan pebulu tangkis Indonesia. Istri Alan Budi Kusuma ini berhasil meraih berbagai macam kejuaraan bulu tangkis sepanjang karirnya dan berhasil menjadi pemain bulu tangkis tunggal putri paling dominan pada pertengahan tahun 1990an. Bersama Alan Budikusuma yang saat itu masih menjadi pacarnya, keduanya dijuluki sebagai ‘Pengantin Olimpiade’.

Prestasinya meliputi memenangkan kejuaraan All-England pada 1990, 1991, 1993, dan 1994, final World Badminton Grand Prix lima kali berturut-turut dari tahun 1990 hingga 1994 dan tahun 1996, serta memenangkan IBF World Championships pada tahun 1993. Dialah pebulu tangkis wanita pertama yang memegang gelar Olympic, World Championship dan All-England sebagai tunggal putri secara berturut-turut.

Tidak berhenti sampai di situ saja, Susi Susanti juga berhasil memenangkan Japan Opensebanyak 3 kali, Indonesia Open 5 kali, memenangkan berbagai seri Grand Prix dan 5 Badminton World Cup. Ia juga berhasil menjuarai Uber Cup pada tahun 1994 dan 1996. Berkat rentetan prestasinya ini, Susi Susanti dilantik sebagai Hall of Fame oleh International Badminton Federation (IBF, sekarang namanya diganti menjadi BWF) pada tahun 2004 dan mendapatkanHerbert Scheele Trophy pada tahun 2002.

3. Alan Budikusuma
Alan Budikusuma adalah mantan pebulu tangkis Indonesia yang bersinar pada tahun 1980an hingga pertengahan tahun 1990an. Suami dari Susi Susanti ini berhasil merasi berbagai gelar juara tingkat dunia seperti Olimpiade 1992 di kelas tunggal putra yang digelar di Barcelona. Ini adalah kemenangan pertama Indonesia di ajang Olimpiade dalam sejarah 50 tahun Indonesia.

Selain berhasil menjuarai Olimpiade, Alan Budikusuma juga berhasil memenangkan berbagai kejuaraan bulu tangkis kelas tunggal putra seperti Thailand Open pada tahun 1989 dan 1991,China Open pada tahun 1991, German Open pada tahun 1992, Indonesian Open pada tahun 1993, World Cup pada tahun 1993 dan Malaysian Open pada tahun 1995.

4. Hariyanto Arbi
Pria kelahiran Kudus pada tahun 1972 ini adalah mantan pemain Badminton Indonesia yang juga berhasil menorehkan prestasinya di kancah dunia. Ia berhasil memenangkan kejuaraan All-England di kelas tunggal putra pada tahun 1993 dan 1994, dan kejuaraan IBF (BWF) World Championship pada tahun 1995.

Selain itu, Arbi juga berhasil memenangkan Thomas Cup dalam kelas tunggal putra pada tahun 1994, 1996, dan 1998. Prestasi individunya yang lain antara lain Taipei Open pada tahun 1993 dan 1994, Japan Open pada tahun 1993 dan 1995, Badminton World Cup pada tahun 1994,Hong Kong Open pada tahun 1995, Korea Open pada tahun 1995, Singapore Open pada tahun 1997 dan 1999, SEA Games pada tahun 1997 dan Asian Games pada tahun 1994.

5. Taufik Hidayat
Taufik Hidayat merupakan salah satu pemain bulutangkis pria yang berhasil mengukir berbagai prestasi. Ia berhasil menjuarai Indonesian Open sebanyak 6 kali pada tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006. Taufik Hidayat juga berhasil memenangkan Summer Olympics pada tahun 2004 untuk kelas tunggal putra, IBF World Championsip pada tahun 2005, serta dua kali menjuarai Asian Games pada tahun 2002 dan 2006.
Pada tahun 2012, Taufik Hidayat mendirikan pusat pelatihan bulu tangkis yang diberi nama Taufik Hidayat Arena yang terletak di Ciracas, Jakarta Tiumr. Tahun 2014, Taufik Hidayat pensiun sebagai seorang atlit bulu tangkis.

6. Chris John

Pria bernama lengkap Yohannes Christian John atau yang akrab disapa Chris John ini adalah mantan petinju profesional Indonesia. Selama 10 tahun, ia berhasil memegang gelar juara kelas bulu dan mempertahankan gelar tersebut. Prestasi ini membuatnya orang kedua dalam sejarah tinju kelas bulu yang berhasil mempertahankan gelar dalam waktu 10 tahun.

Chris John berhasil mempertahankan gelar juaranya dalam 18 kali pertandingan kelas bulu. Hal ini menjadi pertandingan kelas bulu terbanyak kedua setelah Eusebio Pedroza. Selain itu, Chris John juga menjadi petinju Indonesia keempat yang berhasil memenangkan gelar juara dunia setelah Ellyas Pical, Nico Thomas dan Muhammad Rachman.

7. Yayuk Basuki
Yayuk Basuki berhasil membawa nama Indonesia ke kancah dunia dalam kejuaraan tenis. Dia menjadi petenis paling terkenal pada tahun 1990an setelah sukses menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional. Sepanjang karirnya, Yayuk Basuki berhasil menjuarai enam kejuaraan WTA Tour kelas tunggal.

Penampilan terbaiknya adalah saat ia berhasil mencapai perempat final dalam Grand Slam di Wimbledon tahun 1997. Dalam kelas Ganda, Yayuk Basuki berhasil meraih 9 kali kemenangan. Dalam kelas ganda campuran, Yayuk Basuki mencapai perempat final di kejuaraan French Open. Ia pensiun sebagai petenis tahun 2004, namun pada Maret 2008 kembali berlaga dan menyumbangkan lebih banyak kemenangan lagi untuk Indonesia. Tahun 2013, ia kembali pensiun sebagai petenis.

8. Alexandra Asmasoebrata
Wanita manis yang biasa dipanggil Andra ini berhasil mendunia sebagai pembalap kelas gokart dan mobil formula. Wanita kelahiran 23 Mei 1988 ini memulai debutnya di ajang balap gokart sebagai kadet 60 cc pada usia 12 tahun. Ia kemudian meraih berbagai prestasi sebelum akhirnya melangkah ke cc yang lebih besar hingga ke tingkat ASEAN. Berkat penampilannya, ia kemudian masuk ke dunia balap mobil formula.

Berbagai prestai yang berhasil diukirnya antara lain juara pertama National Kart Championshippada tahun 2002 dan 2005, urutan ke-13 Championship Junior rotax max tahun 2005, dan juara pertama China Formula Campus Asian Division pada tahun 2005. Selain mengikuti kejuaraan Gokart, ia juga mengikuti kejuaraan Formula Renault Asia.

9. Rio Haryanto
Baru-baru ini, kita sedang diramaikan dengan Atlet Rio Haryanto yang berhasil masuk ke kancah balapan paling bergengsi Formula 1.
Pebalap muda Indonesia, Rio Haryanto, mendapatkan satu tempat di tim Manor Racing dan akan mengikuti ajang Formula 1 musim 2016. Rio akan mendampingi pebalap Jerman Pascal Wehrlein.

Kepastian ini disampaikan Pertamina sebagai sponsor utama Rio di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis (18/2). Dalam acara tersebut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Selanjutnya, Rio akan bertolak ke Barcelona untuk mengikuti pramusim dan juga peluncuran resmi tim Manor pada 22 Februari.

Rio adalah pebalap 23 tahun yang musim lalu turun di ajang GP2. Sepanjang musim 2015, Rio sukses tiga kali naik podium sebagai juara pertama sehingga dilirik tiga tim Formula 1. Manor Racing, tim yang berbasis di Inggris, kemudian memberikan tawaran resmi. Rio juga sempat beberapa kali menjajal mobil Manor, termasuk ketika tes ban Pirelli di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, pada Desember lalu.

1 komentar:

MINUMAN KHAS INDONESIA

07.12 WISATA DUNIA 0 Comments

Macam-Macam Minuman Khas Indonesia

Macam-Macam Minuman Khas Indonesia
Indonesia merupakan negara yang kaya. Kekayaan ini dapat dilihat dari segi alam, budaya dan manusianya. Dari sisi kuliner saja, ada macam-macam minuman khas Indonesia yang berasal dari berbagai wilayah di nusantara ini. Ini semua sudah sepatutnya kita syukuri dan sekaligus kita lestarikan.
Berikut ini beberapa minuman khas Indonesia dari berbagai wilayah

Cendol
es cendolCendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet.


Bandrek
bandrekBandrek adalah minuman tradisional orang Sunda dari Jawa Barat, Indonesia yang dikonsumsi untuk menaikkan kehangatan tubuh. Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah, tapi daerah-daerah tertentu menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya

Es Teler
Es telerEs teler adalah ‘koktail’ buah di Indonesia. Alpukat, kelapa muda, cincau, nangka, dan buah-buahan lainnya disajikan dengan santan, susu kental manis, daun pandan (biasanya dalam bentuk sirup cocopandan), gula, dan sedikit garam.


Lahang
lahangLahang merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari nira. Rasa manis dan segar adalah ciri dari minuman ini. Lahang diperoleh dari sadapan pohon aren.Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai untuk disajikan disiang hari.


Teh Talua
teh taluaTeh Talua atau Teh Telur adalah minuman khas Sumatera Barat yang merupakan menu wajib di warung tradisional maupun restoran Padang. Minuman ini terdiri dari campuran teh, gula dan telur dan sedikit perasan jeruk nipis. Telur yang digunakan biasanya adalah telur ayam kampung. Teh talua biasanya diminum oleh para petani yang hendak meladang, sebagai penambah stamina kerja.

Es palu butung
Es palu butung adalah jenis minuman tradisional asal Makassar, Sulawesi Selatan. Biasa Anda temui di restoran yang menyediakan makanan khas Makassar. Rasanya yang lezat dan segar, serta bentuk penyajian yang menarik dan berwarna hijau segar membuat minuman ini layak Anda coba buat sendiri di rumah.

0 komentar:

TUMBUHAN KHAS INDONESIA

07.09 WISATA DUNIA 0 Comments

Kamu Pasti Nggak Tahu 5 Tanaman Asli Indonesia Berikut Ini

LOOP KITA - Posted by on
Loopers, Indonesia ini subur banget, lirik lagu aja ada yang bilang kalau tongkat dan kayu bisa jadi tanaman. Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Indonesia, nggak ada salahnya kan kalo kita mengenal tanaman-tanaman asli Indonesia? Saking banyaknya tanaman yang bisa tumbuh di bumi Indonesia ini, sampai banyak yang nggak tahu kalau sebenarnya ada beberapa tanaman yang asli Indonesia. Berikut ini adalah beberapa tanaman asli Indonesia yang nggak rugi kalo kamu tahu.

Kantong semar

Loopers, tumbuhan asli Indonesia pertama yaitu tumbuhan kantong semar. Tumbuhan ini habitatnya ada di Kalimantan dan Sumatera. Tumbuhan ini biasanya dapat hidup dengan menjadi benalu dan memanjat tanaman lainnya. Tinggi dair tumbuhan ini bisa mencapai 15 sampai 20 meter. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan karnivora, dimana diujung kantongnya ada sulur sebagai perangkap serangga dan binatang kecil kayak kodok, pacet, dan serangga lainnya.

Raflesia arnoldi

Loopers, pelajaran biologi pasti sudah menjelaskan kalau bunga besar yang bernama raflesia arnoldi. Bunga ini disebut juga dengan bunga bangkai karena memang dia menimbulkan bau yang busuk mirip bau bangkai sehingga dapat mengundang serangga untuk datang. Bunga ini tumbuh subur di daerah Sumatera, tepatnya di Bengkulu, yaitu dekat sungai Manna, Bengkulu Selatan yang juga dikenal sebagai The Land of Rafflesia.

Cengkeh

Loopers, sebenarnya tanaman cengkeh ini merupakan tanaman asli Indonesia. Jaman dulu, cengkeh ini dikenal karena baunya yang segar dan enak. Cengkeh tumbuh subur di daerah Maluku, yaitu di Tidore, Makian, Bacan dan Moti.

Pala

Tanaman asli Indonesia yang sampai sekarang masih dikenal sebagai tanaman asli Indonesia yaitu pala. Pala merupakan buah yang diambil bijinya lalu digunakan sebagai bumbu masakan. Pala ini dapat tumbuh subur di daerah Pulau Banda dan Maluku. Lalu, tanaman ini disebarkan hingga ke pulau Jawa dan Sumatera.

Sirih

Loopers, tanaman yang banyak tumbuh merambat di depan rumah dan biasanya tumbuh di batang pohon lain ini bernama sirih. Sirih merupakan tanaman asli khas Indonesia yang banyak sekali manfaatnya. Sirih biasanya juga dikunyah bersama gambir, pinang dan kapur untuk memperkuat gigi dan supaya terhindar dari penyakit kanker mulut.

Melati Putih

Bunga Melati ternyata juga merupakan tanaman asli Indonesia. Melati bahkan dinobatkan sebagai Puspa Bangsa. Melati ini paling sering digunakan sebagai hiasan di kepala pengantin perempuan dalam adat Jawa. Wanginya yang harum bahkan membuat banyak produsen teh menggunakannya sebagai campuran sehingga teh yang dibuat menjadi wangi.

0 komentar:

BUNGA KHAS INDONESIA

07.06 WISATA DUNIA 0 Comments

kantil
Cempaka putih atau kantil (Magnolia ×alba (D.C.) Figlar & Noot.) adalah salah satu anggota suku Magnoliaceae. Tumbuhan ini dikenal di Indonesia dan beberapa negara tetangganya karena kuncup bunganya sering kali dipakai dalam upacara-upacara tradisional atau ritual tertentu. Secara botani, ia adalah hibrida (hasil persilangan) antara M. champaca dan M. montana.
Bunga kantil

Bunga kantil dipakai sebagai hiasan ronce (biasanya diletakkan di ujung), sesajian, serta diletakkan di daun telinga pengantin atau pendeta.

sedap malam
Sedap malam (Polianthes tuberosa, bahasa Melayu: sundal malam) adalah tumbuhan hijau abadi dari suku Agavaceae. Minyak dari bunga ini digunakan dalam pembuatan parfum. Nama tuberosa menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki umbi (tuber). Saat ini dikenal sekitar 12 spesies dari genus Polianthes.

Bunga sedap malam biasa mekar di malam hari. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Meksiko. Bangsa Astek mengenalnya dengan nama omixochitl, "bunga tulang".
Tanaman sedap malam.

Nama bunga ini di India bagian timur adalah ratkirani, yang berarti "ratu malam". Di Singapura bunga ini dinamakan xinxiao, yang berarti "tempat ngengat hinggap". Di Persia, bunga ini disebut maryam, yang merupakan nama umum bagi anak perempuan. Bunga ini juga digunakan di Hawaii untuk pengantin dan dahulu di zaman Viktoria digunakan sebagai bunga kuburan. Harum bunga ini digambarkan sebagai kompleks, eksotis, manis, dan khas bunga.

Tanaman ini tumbuh hingga 45 cm dan menghasilkan rumpun bunga putih. Daunnya panjang dan berwarna hijau muda yang mengumpul di pangkal batangnya.

 Lavender
Tanaman anti nyamuk jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku lotion anti nyamuk. Tanaman
Aroma terapi dengan lavender dilakukan dengan mengambil wadah atau cawan, lalu diisi air panas. Tambahkan minyak lavender 4-5 tetes, lalu biarkan menguap sehingga aromanya menyebar ke seluruh ruangan.

Bunga Melati Putih (Jasminum sambac), Puspa Bangsa.
Melati (Jasminum sambac), puspa bangsa

Bunga melati (Jasminum sambac) atau disebut juga melati putih merupakan salah satu spesies melati yang berasal dari Asia Selatan. Tanaman perdu ini tersebar mulai dari daerah Hindustan, Indochina, Malaysia, hingga ke Indonesia. Bunga melati putih ditetapkan sebagai puspa bangsa, satu diantara tiga bunga nasional Indonesia.

Melati (Jasminum sambac) merupakan tanaman perdu, berbatang tegak merayap, hidup menahun. Melati tumbuh baik di iklim panas tropik, kondisi tanah ringan, porus, berpasir sampai agak liat. Bunga melati berukuran kecil, umumnya berwarna putih, petala (mahkota bunga) selapis atau bertumpuk. Daun bentuk membulat.
Ada sekitar 200 jenis melati yang sudah teridentifikasi, tetapi hanya 8-9 jenis yang umum dibudidayakan. Di Indonesia ada banyak nama lokal yang diberikan kepada bunga melati seperti, menuh (bali), Meulu Cina, Meulu Cut (Aceh), Malete (Madura), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), dan Mundu (Bima, Sumbawa).

Melati mempunyai  bentuk mahkota yang sederhana. Melati memiliki bunga berwarna putih suci. Melati memiliki aroma yang lembut menenangkan. Melati tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Harga melati yang merakyat (relatif murah). Dari semua kelebihan melati itu, tidak berlebihan jika kemudian melati ditetapkan sebagai bunga bangsa, salah satu dari 3 bunga nasional Indonesia.

Klasifikasi ilmiah melati adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Lamiales; Famili: Oleaceae; Genus: Jasminum; Spesies: Jasminum sambac. Sinonim: Nyctanthes sambac

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), Puspa Pesona.

Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan sebagai puspa pesona, salah satu dari tiga puspa nasional Indonesia. Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu jenis anggrek (Orchidaceae) yang mempunyai ciri khas kelopak bunga yang lebar dan berwarna putih.

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) tumbuh liar dan tersebar luas mulai dari Indonesia, Indonesia, Papua, Filipina, Malaysia hingga ke Australia. Anggrek bulan hidup secara epifit yaitu menempel pada batang atau cabang pohon inang. Secara liar anggrek bulan mampu tumbuh hingga pada ketinggian 600 meter dpl.

Keelokan anggrek bulan ini yang kemudian mempesona semua pihak. Keelokannya yang mempesona  menjadi dasar pertimbangan sehingga anggrek bulanpun ditetapkan sebagai puspa (bunga) pesona menyandingi puspa bangsa dan puspa langka.

Selengkapnya mengenai bunga pesona ini silahkan membaca artikel berjudul Anggrek Bulan Puspa Pesona Indonesia .

Klasifikasi ilmiah anggrek bulan adalah sebagai berikut: Karajan: Plantae; (tanpatingkat) Monocots; Ordo: Asparagales; Familia: Orchidaceae; Subsuku: Epidendroideae; Genus: Phalaenopsis; Spesies: Phalaenopsis amabilis

Padma raksasa (Rafflesia arnoldi), puspa langka

Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi) ditetapkan menjadi puspa langka melengkapi Melati Putih (puspa bangsa) dan Anggrek Bulan (puspa pesona). Selain menjadi salah satu dari bunga nasional, Rafflesia arnoldii juga menjadi flora identitas provinsi Bengkulu.

Rafflesia arnoldii atau padma raksasa yang merupakan tanaman endemik Sumatera merupakan satu dari sekitar 30-an jenis Rafflesia yang ditemukan di Asia Tenggara, mulai dari semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Dinamakan padma raksasa lantaran ukuran bunganya yang mampu mencapai diameter 100 cm dengan berat 10 kg.

Tubuhan yang ditetapkan sebagai puspa langka ini tidak memiliki batang, daun, maupun akar yang sebenarnya. Tumbuhan ini hidup secara endoparasit pada tumbuhan inangnya. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima.

Sampai saat ini Rafflesia arnoldii tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup. Mungkin lantaran hal ini yang kemudian menjadi dasar pertimbangan sehingga padma raksasa ditetapkan sebagai puspa langka Indonesia. Bersama melati putih (puspa bangsa) dan anggrek bulan (puspa pesona), Rafflesia arnoldii menjadi bunga nasional Indonesia.

Patma raksasa sering disamakan dengan bunga bangkai (Amorphpophallus titanium). Padahal keduanya adalah bunga yang berbeda. Silahkan membaca perbedaannya di artikel Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai.

Klasifikasi ilmiah padma raksasa adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Rafflesiaceae; Genus: Rafflesia; Spesies: Rafflesia arnoldi

Kembang Sepatu

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.

Di Sumatera dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga ini ditetapkan sebagai bunga nasional Malaysia pada tanggal 28 Juli 1960. Orang Jawa menyebutnya kembang worawariBunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.

Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Bunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.
Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.

Di Okinawa, Jepang digunakan sebagai tanaman pagar. Di bagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut Gushōnu hana (bunga kehidupan sesudah mati?) sehingga banyak ditanam di makam.

kenanga

Kenanga (Cananga odorata) adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla, yang dikenal sebagai kenanga biasa, dan genuina, dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang. Selain itu, masih dikenal pula kenanga perdu (Cananga odorata fruticosa), yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah.Cananga odorata tumbuh dengan cepat hingga lebih dari 5 meter per tahun dan mampu mencapai tinggi rata-rata 12 meter. Batang pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam suara (akustik). Memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai tanah yang memiliki kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah hujan. Daunnya panjang, halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang bersemu dadu, tetapi jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan mengandung minyak biang, cananga oil yang wangi.

Ylang-ylang juga berupa pohon, tetapi tidak setinggi pohon kenanga biasa. Kenanga perdu yang biasa ditanam di halaman rumah, hanya bisa tumbuh paling tinggi tiga meter.

Kenanga biasa merupakan tumbuhan asli di Indonesia dan ylang-ylang tumbuhan asli Filipina. Kenanga lazim pula ditanam di Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia. Di Indonesia, bunga kenanga banyak menempati peran di dalam upacara-upacara khusus misalnya dalam upacara perkimpoian.
Kenanga adalah flora identitas Provinsi Sumatera Utara.

Bunga ashar (Mirabilis jalapa)

Bunga Ashar mekar pada sore hari, dan bunga ini dipergunakan sebagai pertanda telah masuknya waktu Shalat Ashar bagi masyarakat yang beragama Islam pada jaman dahulu. Bunga ini disenangi oleh masyarakat Lampung semenjak Agama Islam masuk ke daerah Lampung sekitar abad ke IV. Oleh karena bunga tersebut berkaitan dengan petunjuk waktu sholat, maka penduduk desa di jaman dahulu banyak menanam bunga tersebut di pekarangan rumah atau di depan pondok (Surau) dan kebiasaan ini sampai sekarang masih banyak kita temui di pelosok/di desa-desa masyarakat Lampung. Bijinya yang berdaging (lembaga) berwarna putih pada jaman dahulu digunakan untuk bahan bedak.Bunga Ashar merupakan tanaman hias, pada umur 3 bulan tanaman ini baru mulai berbunga. Bunganya seperti terompet kecil, warna bunga tergantung jenisnya, ada yang merah, putih, kuning, bahkan kadang*kadang dalam satu pohon terdapat warna campuran. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang. Daunnya berbentuk seperti gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 – 15 cm. lebarnya 2 – 9 cm. Bijinya bulat berkerut, jika sudah masak berukuran 8 mm. Pada waktu muda bijinya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi hitam kehitaman. Akhirnya pada saat matang bewarna hitam sepenuhnya. Tanaman ini biasanya tumbuh liar tidak terpelihara.

Bunga Ashar merupakan tanaman tropis, dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 – 30º C, meskipun suhu lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur, subur, dengan pH tanah 6 – 7. Bunga Ashar atau Bunga Pukul Empat berbunga sepanjang tahun.

anggrek hitam
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora propinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.

pakis monyet
Tumbuhan Pakis Ekor Monyet adalah termasuk tumbuhan langka, nama lain dari tanaman pakis ekor monyet antara lain pakis sun go kong, pakis hanoman, dll. Nama-nama tersebut diberikan karena melihat dari bentuk fisik tumbuhan tersebut, yang memiliki ciri khas adanya bulu-bulu yang terdapat pada batang tumbuhan pakis ekor monyet.

0 komentar:

HEWAN LANGKA KHAS INDONESIA

07.02 WISATA DUNIA 0 Comments


10 Binatang Langka yang Hanya Ada di Indonesia

Keistimewaan Indonesia bukan hanya pada kekayaan alam dan panoramanya yang indah menawan. Di Tanah Air tercinta ini, kamu bisa menemukan puluhan satwa endemik yang tidak akan bisa di temukan di belahan dunia lainnya. Pasalnya, Indonesia adalah negara dengan endemisme yang tinggi. Diperkirakan terdapat lebih dari 165 jenis mamalia, 397 jenis burung, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik Indonesia.
Untuk kamu yang doyan bepergian, ada banyak binatang endemik Indonesia di habitat aslinya yang bisa kamu temukan dalam petualanganmu. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat 10 binatang eksotik nan-langka pilihan Gogonesia berikut ini ya:
1. Elang Flores

Burung elang asli Flores ini merupakan raptor atau burung pemangsa yang paling terancam punah, karena populasinya tidak sampai 250 ekor. Burung yang elok nan gagah ini memiliki ukuran tubuh sedang; tingginya sekitar 55 cm untuk burung dewasa. Kepalanya berbulu putih dan terkadang mempunyai garis-garis berwarna coklat pada bagian mahkota. Tubuhnya berwarna cokelat kehitaman, dan dada burung endemik Flores ini berwarna putih dengan corak merah.
Elang flores atau Spizaetus floris hanya dapat ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paloe, Komodo, dan Rinca. Burung ini biasa menghuni hutan-hutan dataran rendah dan hutan submontana hingga ketinggian 1600 meter dpl.
2. Beruk Mentawai

Beruk Mentawai atau Macaca pagensis adalah primata endemik Kepulawan Mentawai di Sumatera. Hewan yang oleh penduduk setempat disebut bokoi ini populasinya makin sedikit, sehingga dikategorikan terancam punah. Oleh dunia Barat, monyet langka yang sering menjadi obyek penelitian ilmiah ini dikenal dengan nama Pagai Macaque.
Beruk ini memiliki banyak kesamaan fisik dengan beruk-beruk jenis lain. Perbedaannya adalah rambut pipi Beruk Mentawai yang berwarna lebih gelap. Hewan endemik Mentawai ini juga memiliki mahkota berwarna coklat dengan rambut pada dahi dan mantel lebih panjang.
Beruk Mentawai menghuni habitat hutan bakau, pesisir, hutan primer, hutan sekunder hingga hutan di dekat pemukiman. Persebarannya hanya ada di Pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, dan Sipora di Kepulauan Mentawai, Sumatera.
3. Burung Bidadari Halmahera

Burung yang dijuluki Si Genit dari Maluku Utara ini merupakan hewan endemik Maluku, dan masih masuk dalam keluarga cendrawasih. Burung yang bernama latin Semioptera wallacii ini memiliki bulu indah dengan kombinasi warna cokelat, hijau dan warna zaitun untuk burung betina. Warna bulu burung jantan bahkan lebih cantik lagi, dengan mahkota berwarna ungu pucat mengkilap dan hijau zamrud menghiasi dadanya. Tingginya sekitar 28 cm, namun Burung Bidadari betina berukuran lebih kecil dan ekornya lebih panjang. Selain bulunya yang cantik, kelebihan Burung Bidadari ada pada kemampuannya melakukan gerak tarian gemulai, yang sebetulnya dilakukan burung jantan untuk menarik betinanya. Burung Bidadari betina akan memilih satu pejantan yang paling indah tarian dan bentangan sayapnya.
Burung endemik Maluku yang makin hari semakin langka ini dapat ditemukan di Pulau Halmahera dan Pulau Bacan di Maluku Utara. Habitat aslinya berada di hutan Tanah Putih, gunung Gamkonora, dan hutan Domato di Halmahera Barat, hutan Labi-labi di area Taman Nasional Aketajawe dan hutan Lolobata di Halmahera Timur. Dunia Barat mengenalnya dengan julukan Halmahera’s Bird of Paradise.
4. Cendrawasih Botak

Burung Cendrawasih Botak atau Cicinnurus respublica merupakan hewan endemik pulau Waigeo, Raja Ampat, Papua. Burung langka nan-cantik ini memiliki bulu berwarna merah dan hitam, dengan tengkuk kuning dan mulut hijau terang. Kakinya berwarna biru, dan pada ekornya ada “hiasan” berupa dua bulu panjang melingkar. Di kepalanya, ada warna biru muda terang. Burung Cendrawasih Botak betina berwarna cokelat dengan kepala biru muda.
Hewan endemik Indonesia yang masuk kategori terancam punah ini hanya dapat kamu temukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Makanan burung Cendrawasih Botak atau Wilson’s Bird of Paradise ini terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga kecil.
5. Kura-kura Leher Ular Rote

Jenis kura-kura berleher panjang memang dapat ditemukan di beberapa negara selain Indonesia. Namun Kura-kura Leher Ular atau Chelodina mccordi yang merupakan hewan endemik Indonesia ini hanya bisa ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Binatang ini sangat langka sehingga oleh IUCN ditetapkan dalam kategori hewan terancam punah.
Seperti namanya, Kura-kura Leher Ular Rote memiliki bentuk leher panjang menyerupai ular. Kepala dengan leher panjangnya itu tidak dapat ditarik kedalam tempurung. Karena itulah, kura-kura leher ular ini hanya bisa melipat lehernya disamping tempurungnya. Jenis kura-kura dari famili Chelidae ini merupakan kura-kura air tawar. Makanannya mulai dari ikan kecil, serangga dan tumbuhan.
6. Anoa Pegunungan dan Anoa Dataran Rendah

Anoa merupakan hewan endemik Indonesia yang hanya bisa kamu temukan di Sulawesi. Fauna yang menjadi ikon propinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan satwa langka yang dilindungi. Diperkirakan hanya ada kurang dari 5000 ekor Anoa yang hidup saat ini., Anoa sering diburu untuk diambil kulit, tanduk dan dagingnya. Ada dua jenis Anoa di Sulawesi, yaitu Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi ) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, Anoa Dataran Rendah yang menjadi maskot Sulawesi Tenggara ini tidak pernah terlihat lagi.
Umumnya, Anoa memiliki warna kulit cokelat seperti kerbau, dan kepalanya memiliki sepasang tanduk yang lurus ke belakang. Beberapa tempat yang masih menjadi habitat satwa langka yang dilindungi ini diantaranya Cagar Alam Gunung Lambusango, Taman Nasional Lore-Lindu dan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.
7. Komodo

Komodo atau Varanus komodoensis merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di pulau-pulau sekitar Nusa Tenggara, termasuk di Taman Nasional Pulau Komodo. Jenis kadal terbesar di dunia ini mempunyai panjang tubuh mencapai 3 meter dan berat 70 kilogram. Komodo jantan berukuran lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah bata. Sementara komodo betina berwarna hijau buah zaitun, dan dengan secercah warna kuning pada tenggorokannya. Lidah hewan karnovira ini panjang dan bercabang.
Salah satu maskot Indonesia yang di dunia internasional dikenal sebagai Komodo Dragon ini memiliki habitat alami di pulau Komodo, Flores, Rinca, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Pulau-pulau tersebut termasuk dalam wilayah Taman Nasional Pulau Komodo.
8. Ikan Arwana Merah

Ikan Arwana Merah atau Siluk Merah (Sclerophages formosus) ini merupakan hewan endemik Indonesia yang menghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Ikan langka yang cantik ini memiliki sisik berwarna merah terang, dengan sedikit kilau emas yang membuatnya terlihat begitu anggun. Tak heran jika Arwana Merah mendapat julukan Ikan Naga atau Dragonfish.
Ikan yang sangat digemari oleh kolektor arwana ini memiliki daya biak rendah dan banyak ditangkap untuk dijual, sehingga statusnya terancam punah. Namun, dengan izin khusus, kamu bisa memelihara hewan elok ini. Syaratnya, si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang ditanam dalam tubuh, sebagai penanda ikan ini merupakan hasil tangkaran.
9. Jalak Bali

Jalak Bali atau Leucopsar rothschildi adalah burung endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian Barat. Sayangnya, burung pengicau berukuran sedang ini amat langka dan terancam punah, bahkan di habitat aslinya. Jika tidak dijaga, bukan mustahil Jalak Bali akan punah menyusul hewan endemik Bali lainnya, Harimau Bali. Di alam liar, populasinya diperkirakan hanya mencapai belasan ekor saja.
Burung Jalak Bali atau Curik Bali ini memiliki bulu putih bersih di seluruh tubuh, kecuali pada ujung ekor dan sayap yang berwarna hitam. Pipinya yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru cerah, dengan kaki kelabu. Jika kamu mengunjungi rumah-rumah seniman di Desa Batuan, kamu akan menemukan burung Jalak Bali yang kerap dijadikan obyek lukisan khas Bali di sana.
10. Kucing Merah Kalimantan

Kucing Merah (Pardofelis badia) atau dikenal juga dengan nama Borneo Bay Cat ini merupakan spesies kucing endemik Pulau Kalimantan. Kucing langka ini memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan, dengan bagian perutnya lebih pucat dari punggungnya. Ciri khas kucing Kalimantan ini adalah garis merah kecokelatan yang berwarna agak muda di bagian kening dan pipi. Telinganya berwarna hitam atau cokelat tua, sedangkan ekornya dihiasi garis putih dengan bintik hitam di ujungnya. Tubuh Kucing Merah cukup ramping dengan panjang 55 cm dan ekornya 35 cm. Beratnya berkisar antara 2,3 hingga 4,5 kilogram.
Populasi Kucing Merah hanya ditemukan di Pulau Kalimantan saja. Kucing ini mendiami hutan-hutan tropis dataran rendah yang lebat hingga ketinggian 900 meter dpl.
Nah, itu dia 10 hewan endemik Indonesia yang langka, yang bisa kamu temukan dalam perjalanan menjelajahi nusantara ini. Bukan hanya sebagai pengamat, kamu-pun bisa ikut melindungi mereka dari kepunahan dengan tidak merusak atau mengotori habitat asli mereka, atau bahkan kamu bisa mengikuti kampanye konservasi dengan misi melindungi hewan endemik Indonesia yang terancam punah.***
Home » Adat » Asal Usul » 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5 Administrator 1 Comment Adat, Asal Usul Rabu, 26 Agustus 2015 Keberagaman arsitektur hunian atau rumah berbagai suku di wilayah kepulauan nusantara pada masa silam merupakan sebuah anugerah khusus dari Tuhan Yang Maha Esa yang hanya dimiliki Indonesia. Anugerah ini tidaklah dimiliki negara-negara lain di belahan dunia manapun, sehingga patut kita sukuri, salah satunya dengan memperkenalkannya pada anak cucu kita agar ia tetap lestari tak lekang oleh waktu. Rumah Adat di Indonesia Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak! 1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern. Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Rumah Adat di Indonesia krong bade 2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola. Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan. Rumah Adat di Indonesia bolon 3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita. Rumah Adat di Indonesia gadang 4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah. Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar 5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan tersebut antara lain Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan sebagai tempat untuk menyimpan air. Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu laki-laki. Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak laki-laki. Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin. Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang belum menikah. Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu perempuan. Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak makanan dan sebagai tempat menyimpan air. Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan. Rumah Adat di Indonesia kajang leko 6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas. Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu, dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu. Rumah Adat di Indonesia limas 7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu. Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini. Rumah Adat di Indonesia rakit limas 8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain sebagainya. Rumah Adat di Indonesia rakyat 9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat. Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya. Rumah Adat di Indonesia nowou sesat

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Home » Adat » Asal Usul » 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5 Administrator 1 Comment Adat, Asal Usul Rabu, 26 Agustus 2015 Keberagaman arsitektur hunian atau rumah berbagai suku di wilayah kepulauan nusantara pada masa silam merupakan sebuah anugerah khusus dari Tuhan Yang Maha Esa yang hanya dimiliki Indonesia. Anugerah ini tidaklah dimiliki negara-negara lain di belahan dunia manapun, sehingga patut kita sukuri, salah satunya dengan memperkenalkannya pada anak cucu kita agar ia tetap lestari tak lekang oleh waktu. Rumah Adat di Indonesia Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak! 1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern. Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Rumah Adat di Indonesia krong bade 2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola. Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan. Rumah Adat di Indonesia bolon 3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita. Rumah Adat di Indonesia gadang 4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah. Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar 5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan tersebut antara lain Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan sebagai tempat untuk menyimpan air. Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu laki-laki. Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak laki-laki. Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin. Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang belum menikah. Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu perempuan. Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak makanan dan sebagai tempat menyimpan air. Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan. Rumah Adat di Indonesia kajang leko 6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas. Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu, dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu. Rumah Adat di Indonesia limas 7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu. Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini. Rumah Adat di Indonesia rakit limas 8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain sebagainya. Rumah Adat di Indonesia rakyat 9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat. Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya. Rumah Adat di Indonesia nowou sesat

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Home » Adat » Asal Usul » 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 1/5 Administrator 1 Comment Adat, Asal Usul Rabu, 26 Agustus 2015 Keberagaman arsitektur hunian atau rumah berbagai suku di wilayah kepulauan nusantara pada masa silam merupakan sebuah anugerah khusus dari Tuhan Yang Maha Esa yang hanya dimiliki Indonesia. Anugerah ini tidaklah dimiliki negara-negara lain di belahan dunia manapun, sehingga patut kita sukuri, salah satunya dengan memperkenalkannya pada anak cucu kita agar ia tetap lestari tak lekang oleh waktu. Rumah Adat di Indonesia Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak! 1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern. Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Rumah Adat di Indonesia krong bade 2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola. Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan. Rumah Adat di Indonesia bolon 3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita. Rumah Adat di Indonesia gadang 4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah. Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar 5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan tersebut antara lain Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan sebagai tempat untuk menyimpan air. Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu laki-laki. Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak laki-laki. Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin. Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang belum menikah. Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu perempuan. Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak makanan dan sebagai tempat menyimpan air. Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan. Rumah Adat di Indonesia kajang leko 6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas. Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu, dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu. Rumah Adat di Indonesia limas 7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu. Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini. Rumah Adat di Indonesia rakit limas 8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain sebagainya. Rumah Adat di Indonesia rakyat 9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat. Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya. Rumah Adat di Indonesia nowou sesat

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.VVVVVVVVVV
Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kami akan secara lengkap membahas satu persatu rumah adat di Indonesia tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita untuk mengenal khasanah warisan leluhur kita dalam bidang arsitektur. Selamat menyimak! 1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern. Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Rumah Adat di Indonesia krong bade 2. Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola. Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan. Rumah Adat di Indonesia bolon 3. Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita. Rumah Adat di Indonesia gadang 4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah. Rumah Adat di Indonesia selaso jatuh kembar 5. Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan tersebut antara lain Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan sebagai tempat untuk menyimpan air. Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu laki-laki. Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak laki-laki. Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin. Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang belum menikah. Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu perempuan. Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak makanan dan sebagai tempat menyimpan air. Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan. Rumah Adat di Indonesia kajang leko 6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas. Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu, dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu. Rumah Adat di Indonesia limas 7. Rumah Adat Rakit Limas, Bangka Belitung Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas Bangka Belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah adat provinsi lain di Pulau Sumatera yang masih berkarakteristek Melayu. Berikut ini penampilan fisik dari rumah adat Bangka Belitung ini. Rumah Adat di Indonesia rakit limas 8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang Bengkulu. Rumah ini juga terbagi ke dalam beberapa ruangan yaitu, berendo atau beranda, yang digunakan untuk menerima tamu, bilik gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan lain sebagainya. Rumah Adat di Indonesia rakyat 9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu Nuwou Sesat. Nuwou Sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah Nowou Sesat memiliki ciri khas panggung, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung. Rumah adat di Indonesia yang satu ini sudah sangat jarang sekali ditemukan di Lampung. Proses integrasi dan akulturasi budaya yang berjalan begitu cepat di Lampung adalah penyebab utamanya. Rumah Adat di Indonesia nowou sesat Nah, itulah 9 rumah adat di Indonesia yang seluruhnya terletak di Pulau Sumatera. Ikuti lebih lanjut daftar rumah adat di Indonesia selanjutnya pada bagian ke dua melalui link ini. Halaman ke : 1 2 3 4 5

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/35-rumah-adat-di-indonesia-gambar-1.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.

0 komentar:

TARIAN INDONESIA

06.54 WISATA DUNIA 0 Comments

Tarian Tradisional di Indonesia tentunya ada banyak dan beranekaragam, ini merupakan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Kita harus bisa menjaga dan melestarikannya, jangan sampai hilang ditelan zaman atau bahkan diakui negara lain sebagai budaya miliknya. Dan dibawah ini adalah nama-nama tarian tradisional di Indonesia beserta daerah asalnya, silahkan disimak:
Source : https://www.flickr.com/photos/eugeniairvani/6045979790/

Nama-nama Tarian Tradisional di Indonesia

Nama-nama Tarian Tradisional di Indonesia Beserta Daerah Asalnya

  1. Tarian yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darusalam seperti Tari Seudati, Tari Saman Meusekat, dan lainnya.
  2. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara seperti Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor dan yang lainnya.
  3. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat seperti Tari Piring, Tari Payung dan yang lainnya.
  4. Tarian yang berasal dari Provinsi Riau seperti Tari Tandak, Tari Makan Sirih, dan yang lainnya.
  5. Tarian yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau seperti Tari Serampang Dua Belas, dan yang lainnya.
  6. Tarian yang berasal dari Provinsi Jambi seperti Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan, dan yang lainnya.
  7. Tarian yang berasal dari Provinsi Bengkulu seperti Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak, dan lainnya.
  8. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan seperti Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek, dan yang lainnya
  9. Tarian yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung seperti Tari Campak dan yang lainnya.
  10. Tarian yang berasal dari Provinsi Lampung seperti Tari Jangget, Tari Melinting, dan yang lainnya.
  11. Tarian yang berasal dari Provinsi Banten seperti Tari Merak, Tari Cokek, dan yang lainnya.
  12. Tarian yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta seperti Tari Topeng, Tari Yopong, dan lainnya.
  13. Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Barat seperti Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, dan yang lainnya.
  14. Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah seperti Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, dan yang lainnya.
  15. Tarian yang berasal dari Provinsi DI Yogyakarta seperti Tari Serimpi Sanggu Pati, Tari Bedhaya, dan yang lainnya.
  16. Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Timur seperti Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, dan yang lainnya.
  17. Tarian yang berasal dari Provinsi Bali misalnya Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet, dan lainnya.

0 komentar:

PAKAIAN ADAT INDONESIA

06.49 WISATA DUNIA 0 Comments

Indonesia sudah terkenal sejak dahulu dengan keberanekaragaman budayanya, sebab di Indonesia terdapat banyak sekali adat dan budaya yang mengakar di setiap daerah dan suku di Indonesia. Namun hal ini terkadang tidak serta merta menjadi sebuah kebanggan bagi bangsanya sendiri, terbukti dengan tidak terakomodirnya hasil karya anak bangsa dan sedikit bangsa indonesia mengetahuinya. Sudah saatnya bangsa ini menyadari akan kekayaan dan keberanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa ini, sehingga kekayaan budaya bangsa ini menjadi aset dan kebanggaan yang bernilai di mata dunia. Ada pepatah mengatakan bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai dan melestarikan sejarah dan budayanya, untuk itu mulai dari sekarang mari kita kenalai dan lestarikan budaya bangsa kita agar menjadi kekayaan dan aset yang bernilai.
Salah satu dari sekian banyak hasil budaya yang mengakar pada bangsa indonesia ini adalah rumah adat dan pakaian adat. pada post sebelumnya telah diinformasikan Daftar nama dan asal rumaha adat yang ada di Indonesia, dan kali ini admin informasikan daftar lengkap Nama, Gambar dan Asal Pakaian adat yang ada di Indonesia.
1. Pakaian Adat Ewer dari Papua Barat


2. Pakaian Adat Papua dari Papua

3. Pakaian Adat Biliu dan Mukuta dari Gorontalo

4. Pakaian Adat Bodo dari Sulawesi Selatan

5. Pakaian Adat Tradisional Kulavi dari Sulawesi Utara

6. Pakaian Adat Tradisional Suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara

7. Pakaian Adat Tradisional Nggembe dari Sulawesi Tengah

8. Pakaian Adat Tradisional Mandar dari Sulawesi Barat

9. Pakaian Adat Tradisional Lombok dari Nusa Tenggara Barat

10. Pakaian Adat Tradisional Nusa Tenggara Timur dari Nusa Tenggara Timur

11. Pakaian Adat Tradisional Manteren Lamo dari Maluku Utara

12. Pakaian Adat Tradisional Baju Cele dari Maluku

13. Pakaian Adat Tradisional Bali dari Bali

14. Pakaian Adat Tradisional Perang dari Kalimantan Barat

15. Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Tengah dari Kalimantan Tengah

16. Pakaian Adat Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut dari Kalimantan Selatan

17. Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Timur dari Kalimantan Timur

18. Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Utara dari Kalimantan Utara

0 komentar: